Berbahagialah dan bergembiralah kepada teman-teman semua yang sampai saat ini masih memiliki sosok seorang Ibu..
Berbeda dengan Aku semenjak Aku kelas 6 SD (Sekitar umur 10/11 Tahun) Aku sudah di tinggal pergi oleh Ibundaku tercinta.. Alloh memanggil Beliau begitu cepat dengan membawa sejuta kesedihan dan penyesalan pada diriku.. Satu-satunya kesalahan terbesar dalam hidupku adalah ketika beliau meningglkan Dunia ini ketika Aku tidak sempat meminta maaf kepada beliau..
Sewaktu Aku masih kecil Aku di kenal sebagai anak yang nakal dan sering sekali melawan kepada kedua orangtuaku terutama Ibuku.. Aku seringkali merengek nangis ketika Ibuku tak mau memberikan apa yang Aku minta.. Walaupun sebenarnya itu yang terbaik untukku..
Ketika beliau akan di panggil oleh Alloh SWT. Beliau sempat sakit terlebih dahulu dan masuk rumah sakit.. Pada saat itulah pertemuan terakhirku dan Ibuku.. Saat dalam perjalanan pulang (di dalam mobil) Aku sempat menengok ke belakang dan tiba - tiba terlintas di pikiranku bahwasannya Ibuku akan meninggal.. Dalam hatiku berkata "Ya Alloh mudah-mudahan ini tidak terjadi, mudah-mudahan Engkau masih mau memanjangkan umur Ibuku Ya Alloh" Tetapi Ternyata Alloh berkehendak lain sekitar jam 2 malam ketika Aku terlelap dalam tidurku tiba-tiba pintu rumahku terbuka beserta tangisan yang sangat keras dari tanteku.. Aku terdiam heran sambul bertanya-tanya "Ada apa??".. Ayahku yang baru masuk sambil berurai air mata berkata "Ibumu...Ibumu...Ibumu..."(beliau tidak sanggup melanjutkan kalimat)
Pada saat itu Aku mengerti bahwasannya Ibuku sudah di panggil yang Maha Kuasa.. Aku heran dan seakan tak percaya.. Kenapa Aku tidak bisa meneteskan air mata walaupun Aku berusaha mengeluarkannya, air mata ini tidak mau mengalir padahal Ibuku baru saja meninggal.. Aku hanya bisa merenung dan berpikir betapa menyesalnya diriku yang sudah begitu banyak berbuat salah kepada ibuku..
Sekitar jam 8 pagi ibuku siap di kebumikan.. Selama perjalanan Aku hanya bisa menyesal, menyesal dan menyesal.. Setibanya di pemakaman di saat itulah penyesalanku memuncak dan betapa marahnya Aku pada diriku sendiri.. Saat jenazah sudah di dalam liang lahat dan sudah siap mau di timbun dengan tanah saat itulah air mataku mengalir dengan deras dan tubuhku dengan sendirinya memeluk Kakaku yang ada di sampingku..
Sekali lagi Aku hanya bisa menyesal dan mungkin penyesalan ini tidak akan pernah berakhir sampai kapanpun.. Seandainnya Aku di beri waktu walau hanya 5 menit saja untuk kembali kemasa lalu.. Maka hanya ada satu hal yang akan Aku lakukan, Aku hanya ingin mencium kakinya dan meminta maaf kepada Beliau.. Tapi semua itu tidak akan mungkin pernah terjadi.. Semuanya sudah terlambat, kini hanya Penyesalan dan air mata yang mengalir beserta Do'a yang bisa Aku panjatkan kepada Alloh agar semua dosa-dosa beliau dan dosa-dosa Aku dapat di ampuni.. Aaminn..
Oleh karena itu kepada para pembaca sekalian pesan saya adalah "berbaktilah kalian kepada kedua orangtua kalian terutama kepada ibu kalian.. Sayangilah mereka, sebab jika kalian sudah kehilangan kedua orangtua kalian maka hanya akan ada penyesalan yang tidak akan mungkin berakhir.. Penyesalan itu datangnya terakhir maka bahagiakanlah kedua orangtua kalian.. Minta maaflah kalian sebelum semuanya terlambat.."
Semoga catatan ini dapat bermanfaat dan menjadi pelajaran buat saya khususny dan buat para pembaca umumnya..
Air mata ini akan terus mengalir setiap Aku mengingat Engkau Ibuku.. Semoga Engkau mendapatkan ketenangan, ni'mat dan kebahagiaan di alam sana.. Aaminn..
Buat Almarhumah Ibundaku tercinta..
Nb: kata ayahku Ketika Beliau mau meninggal Beliau sempat mengangkat kedua tangannya (takbiratul ihram) seperti mau sholat, mungkin ibuku melaksanakan Shalat Isya/Tahajud.. Wallahu A'lam..
Berbeda dengan Aku semenjak Aku kelas 6 SD (Sekitar umur 10/11 Tahun) Aku sudah di tinggal pergi oleh Ibundaku tercinta.. Alloh memanggil Beliau begitu cepat dengan membawa sejuta kesedihan dan penyesalan pada diriku.. Satu-satunya kesalahan terbesar dalam hidupku adalah ketika beliau meningglkan Dunia ini ketika Aku tidak sempat meminta maaf kepada beliau..
Sewaktu Aku masih kecil Aku di kenal sebagai anak yang nakal dan sering sekali melawan kepada kedua orangtuaku terutama Ibuku.. Aku seringkali merengek nangis ketika Ibuku tak mau memberikan apa yang Aku minta.. Walaupun sebenarnya itu yang terbaik untukku..
Ketika beliau akan di panggil oleh Alloh SWT. Beliau sempat sakit terlebih dahulu dan masuk rumah sakit.. Pada saat itulah pertemuan terakhirku dan Ibuku.. Saat dalam perjalanan pulang (di dalam mobil) Aku sempat menengok ke belakang dan tiba - tiba terlintas di pikiranku bahwasannya Ibuku akan meninggal.. Dalam hatiku berkata "Ya Alloh mudah-mudahan ini tidak terjadi, mudah-mudahan Engkau masih mau memanjangkan umur Ibuku Ya Alloh" Tetapi Ternyata Alloh berkehendak lain sekitar jam 2 malam ketika Aku terlelap dalam tidurku tiba-tiba pintu rumahku terbuka beserta tangisan yang sangat keras dari tanteku.. Aku terdiam heran sambul bertanya-tanya "Ada apa??".. Ayahku yang baru masuk sambil berurai air mata berkata "Ibumu...Ibumu...Ibumu..."(beliau tidak sanggup melanjutkan kalimat)
Pada saat itu Aku mengerti bahwasannya Ibuku sudah di panggil yang Maha Kuasa.. Aku heran dan seakan tak percaya.. Kenapa Aku tidak bisa meneteskan air mata walaupun Aku berusaha mengeluarkannya, air mata ini tidak mau mengalir padahal Ibuku baru saja meninggal.. Aku hanya bisa merenung dan berpikir betapa menyesalnya diriku yang sudah begitu banyak berbuat salah kepada ibuku..
Sekitar jam 8 pagi ibuku siap di kebumikan.. Selama perjalanan Aku hanya bisa menyesal, menyesal dan menyesal.. Setibanya di pemakaman di saat itulah penyesalanku memuncak dan betapa marahnya Aku pada diriku sendiri.. Saat jenazah sudah di dalam liang lahat dan sudah siap mau di timbun dengan tanah saat itulah air mataku mengalir dengan deras dan tubuhku dengan sendirinya memeluk Kakaku yang ada di sampingku..
Sekali lagi Aku hanya bisa menyesal dan mungkin penyesalan ini tidak akan pernah berakhir sampai kapanpun.. Seandainnya Aku di beri waktu walau hanya 5 menit saja untuk kembali kemasa lalu.. Maka hanya ada satu hal yang akan Aku lakukan, Aku hanya ingin mencium kakinya dan meminta maaf kepada Beliau.. Tapi semua itu tidak akan mungkin pernah terjadi.. Semuanya sudah terlambat, kini hanya Penyesalan dan air mata yang mengalir beserta Do'a yang bisa Aku panjatkan kepada Alloh agar semua dosa-dosa beliau dan dosa-dosa Aku dapat di ampuni.. Aaminn..
Oleh karena itu kepada para pembaca sekalian pesan saya adalah "berbaktilah kalian kepada kedua orangtua kalian terutama kepada ibu kalian.. Sayangilah mereka, sebab jika kalian sudah kehilangan kedua orangtua kalian maka hanya akan ada penyesalan yang tidak akan mungkin berakhir.. Penyesalan itu datangnya terakhir maka bahagiakanlah kedua orangtua kalian.. Minta maaflah kalian sebelum semuanya terlambat.."
Semoga catatan ini dapat bermanfaat dan menjadi pelajaran buat saya khususny dan buat para pembaca umumnya..
Air mata ini akan terus mengalir setiap Aku mengingat Engkau Ibuku.. Semoga Engkau mendapatkan ketenangan, ni'mat dan kebahagiaan di alam sana.. Aaminn..
Buat Almarhumah Ibundaku tercinta..
Nb: kata ayahku Ketika Beliau mau meninggal Beliau sempat mengangkat kedua tangannya (takbiratul ihram) seperti mau sholat, mungkin ibuku melaksanakan Shalat Isya/Tahajud.. Wallahu A'lam..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar